IKATAN KELUARGA KATOLIK SUMATERA UTARA

Beranda » Renungan Harian Kita » Renungan Harian 22 Februari 2013: Pesta Takhta St. Petrus

Renungan Harian 22 Februari 2013: Pesta Takhta St. Petrus

Bacaan I: 1 Ptr 5:1-4;
Mazmur Tanggapan: Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6;
Bacaan Injil: Mat 16:13-19 –

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

Renungan:

Dalam injil di atas kita dapat melihat dua hal yang saling berkaitan yakni identitas Yesus dan peran Petrus. Lalu apa kaitan keduanya, khususnya dalam perayaan Pesta Takhta St. Pterus ini?.

Dikatakan bahwa Yesus menanyakan siapa diri-Nya dihadapan murid-murid-Nya. Kemudian dengan lantang Simon Petrus mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.

Kemudian tiba giliran Yesus mengatakan pengakuan akan Petrus “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Selanjutnya Yesus mengatakan bahwa Simon adalah Petrus, si batu karang. Jemaat akan didirikan di atasnya dan mereka akan berdiri kokoh, tak akan binasa menghadapi berbagai tantangan. Dia juga diberi kunci Kerajaan Surga.

Apa yang bisa kita renungkan dari dua peristiwa di atas? Pertama-tama adalah PENGAKUAN IMAN AKAN YESUS SEBAGAI ANAK ALLAH. Untuk sampai pada PENGAKUAN IMAN, pertama-tama kita diandaikan sudah MENGENAL yakni mengenal siapa Yesus itu bagiku. Kemudian, untuk sampai pada taraf mengenal, kita diandaikan juga sudah MENGALAMI kehadiran-Nya dalam kehidupan kita.

Pertanyaannya, apakah kita sudah MENGALAMI kehadiran-Nya dalam hidup kita? Berkat pengalaman tersebut, apakah kita sudah MENGENAL-NYA? Siapakah DIA bagiku, bukan lagi menurut perkataan orang lain, tetapi menurut diriku sendiri.

Hal kedua: Barangkali kita perlu belajar dari Simon Petrus di mana dengan lantang dia mengakui keAllahan Yesus. Namun dalam kisah lain kita mengetahui bahwa Simon Petrus juga jatuh dalam kelemahan (Bdk. 16:21-23). Bahkan ketika Yesus dihadapkan pada penderitaan, dia menyangkal Yesus.

Namun, hal yang sangat menarik untuk direnungkan bahwa Petrus tidak berhenti dalam kelemahannya. Dia malah bangkit dan menjadi nabi besar serta menjadi saksi iman akan Yesus ke seluruh dunia. Bagaimana dengan kita, apakah kita malah justru berdiam diri dan merasa terpuruk dalam kelemahan kita, dan seolah-olah merasa tidak dapat bangkit lagi?

Para saudara/i sekalian, mari kita bangkit dari kelemahan bukan karena kita sanggup/mampu dan kuat. Mari kita dengan rendah hati memohonkan Rahmat dan Karuni dari Roh Kudus, sehingga kita pun semakin dikuatkan dalam perjalanan hidup kita dan menjadi saksi dan nabi dalam kehidupan kita dimanapun kita berada.

Rahmat karunia dan kasih Allah dari Roh Kudus senantiasa menyertai kita sepanjang hari ini. Aminn!.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: